this journal contains notes of joy, sorrow, happiness, sadness ... whether it's a fact, opinion, wishes, hope or just imagination. this is about everything ...
Saturday, October 9, 2010
The Joneses, satire and new style-marketing
Tidak jarang, untuk urusan materialistik seperti ini, perilaku dan gaya hidup seseorang jadi trend-setter alias kiblat dari 'pakaian' kita.
Film ini jadi satire, jadi sindiran.
Marketing gaya baru. Suatu keluarga jadi-jadian yang sebenarnya terdiri dari para marketer andal, memasarkan apa yang menempel di badannya, apa yang menjadi seleranya sesuai dengan umur mereka masing-masing...keluarga superb yang miris-nya hidup dengan kepura-puraan.
Keluarga jejaden ini dibayar oleh suatu perusahaan - mungkin semacam agen periklanan - memasarkan apa saja yang mungkin dipasarkan, dari mulai mobil, pakaian, kaca mata, gadget, sepatu, baju dan tas branded, produk kecantikan, asesori, frozen food.... Name it ! Apapun !
Semua yang mungkin jadi industri !
Bak model iklan, ini seperti film 5D (kalau ada hehe) everything is lively shown ...
Para tetangga sekitar tentunya tertarik dan kemudian turut membeli produk yang mereka gunakan.....
Seperti biasa ... Film yang berakhir antara sad dan happy ending ini menawarkan solusi yang memuaskan buat para audience-nya... Dan memang hidup dengan penuh kepura-puraan sangat melelahkan ...
Good to watch, perenungan akan seberapa jauh tingkat konsumerisme kita...
Monday, January 18, 2010
success ala 'Fame' (2009 movie)
Success is waking up in the morning so exited about what you have to do that you literally fly out the door.
Its getting to work with people you love
Success is connecting with the world and making people feel.
It's finding a way to bind together people who have nothing in common but a dream.
It's falling asleep at night knowing you did the best job you could.
Success is joy and freedom and friendship.
And success is love...
(Kay Panabaker dialogue @ her debutante as Jenny Garrison in 'Fame' 2009 made)
Sunday, December 20, 2009
Sang Pemimpi vs New Moon
Generasi 80an tentu masih ingat dengan Lupus, betapa aktor seganteng Ryan Hidayat tak mampu mewakili apa yang sudah ada di imagi para abg waktu itu... Atau bahkan Ferdi Nuril juga tak mampu membendung kekuatan khayal atas seorang Fachri, tokoh sentral Ayat Ayat Cinta ... Itu baru dari sisi pemeran, lainnya jalan cerita atau alur yang kerap diubah tidak sesuai dengan isi novel...
Pendek kata imaji pembaca novel diobrak abrik semau mau sang film maker yang tentu saja lebih memperhatikan kemasukakalan artistic, budget dan visual.
New moon
Jujur saja, alasan nonton film ini bukan karena udah baca novel-nya (IMHO, novel NM seperti pengulangan alur untuk Bella, so rada bosenin baca-nya ...honestly, gak gitu istimewa) ... Tapi hanya karena mau liat Robert Pattinson maen aja haha...
Sejujurnya...film NM cukup berhasil menerjemahkan novel NM - karena storyboard bahkan kalimat para pemain bener blek blek kalimat novel, akan tetapi karena sang Novel panjang alang kepalang film NM dipotong sana sini, akibatnya bagi yang sudah baca NM akan merasa bahwa filmnya diperpendek ... Sementara yang belum baca ... Berasa banyak kepingan yang nggak nyambung, misalnya saja dari mana Bella mendapatkan 2 motorcycles ? Belum lagi keterpukulan Bella karena kehilangan Edward lalu Jacob ... kurang begitu terlihat
... Alhasil.. Film NM nggak sukses-sukses amat (bukan dr sisi box office tentunya).
Euphoria film NM semata karena novel-nya yang best-seller, plus didukung sweetener-sweetener role players-nya. Tanpa bermaksud membela Rob Pattinson :-) kayaknya hanya dia yang berhasil merefleksikan perannya...
courtessy foto: http://www.twilightnewmoon.org/ dan http://www.thetwilightworld.files.wordpress.com/


Sang Pemimpi
'Jangan takut untuk bermimpi, bermimpilah setinggi-tingginya, lalu arahkan langkah menuju mimpi itu, agar mimpi tak lagi cuma mimpi'
Kira-kira begitu mungkin esensi dari novel dan film SP.
Nah! Untuk tetralogi karya Andrea Hirata.. Justeru Novel SP agak bosenin ya ... Jadinya gak nyangka kalo film SP bisa dibuat seperti itu. Udah gitu banyak talent baru yang muncul dan sesuai dengan bayangan pembaca... Dalam hal ini bayangan gw-lah hehe...
Misalnya saja Arai sma atau Bang Zaitun sang seniman Melayu... Ya ampuuuunnn bener-bener pas dengan karakter-nya alias sesuai dengan bayangan... Meski Arai kuliah rada kehilangan nafas-nya ya (maaf ya Ariel...)...
After all, film SP lebih menarik ketimbang novelnya hehe... Jadi pengen nonton lagi ... Dan berharap Edensor dibuatkan filmnya juga... Tapi at least sebagus novel-nya bisa nggak yaaa????
courtessy Foto: Detik dan 21cineplex


Monday, June 29, 2009
dari robot ke ke Mesir lalu maen badminton

TRANSFORMER: Revenge of The Fallen


Saturday, June 20, 2009
Garuda Di dadaku: The Movie
masih aja tegang .. kalo mo nonton..Abang..abang 
Monday, March 2, 2009
The Curios Case of Benjamin Button, bikin curios aja….
Buat para penyuka film non-drama, jangan coba-coba untuk nonton film ini, bakal nggak betah untuk nunggu detil film ini… buatku, film ini a-must see…lhochh??? Yach gimana nggak, film The Piano, Sense and Sensibility ataupun Juno aja doyan. Apalagi film ini, secara ada muka ganteng Brad Pitt hehehe…Ini kisah kehidupan seseorang bernama Benjamin, Berbeda dengan orang pada umumnya, Benjamin lahir dengan fisik orang lanjut usia (bayi dengan muka dan kulit keriput bak umur 80 th), pertumbuhan fisik Benjamin berbanding terbalik dari orang pada umumnya, Makin bertambah umurnya fisik Benjamin makin memuda…
Seiring dengan kelahirannya, ibu Benjamin meninggal dunia dan ayahnya, membawa lari Benjamin dan membuangnya di pelataran Panti Jompo. Benjamin ditemukan pengasuh Panti tersebut seorang perempuan berkulit hitam bernama Quennie, yang belum dikaruaniai anak, disana ia dibesarkan dengan penuh cinta. Dalam menemukan jati dirinya Benjamin berkelana bak Forest Gump (nama film yang sama dengan nama peran utama yang dibintangi Tom Hanks).Konflik dengan konflik yang menarik untuk disimak, terutama ketika di titik Ben mencintai wanita (Daisy – Cate Blanchett) dan kemudian hidup bersamanya.
Kebayang aja, setiap perempuan khan terbiasa untuk takut atau tidak secure dengan kondisi yang menua sementara pasangannya semakin terlihat muda, dan di film ini, memuda-nya sang pasangan dalam arti yang sebenarnya…bisa dibayangkan rasa terancamnya Daisy.. menarik quote-nya dia, ketika kedua orang ini akhirnya bertemu di titik umur yang tidak jauh berbeda sekitar 43-48an… “we’re meeting in the middle.. we finally caught up with each other…” dan ketika Daisy menyentuh muka Ben sambil berucap “you look younger”, dan Ben calmly replied “it’s the outside, the inside is the same”…
Hubungan ini sampai pada titik keraguan Ben ketika pasangannya itu memiliki anak, ketakutan pertama “how if it become like me?” sampai ke titik “I could not rise both of us” yah.. kebayang kali ketika ayah kita makin lama makin sebaya dengan kita … dan Ben pun akhirnya memutuskan untuk kembali berkelana sampai akhirnya ia dengan tampang teenage bahkan kid tapi dengan ingatan sepikun kakek umur 80th-an kembali ke Panti Jompo dan dirawat oleh Daisy sampai tutup usianya.
Facts:
film diangkat dari Novel berjudul sama karya F.Scott Fitzgerald dengan latar belakang New Orleans dari akhir perang dunia ke I sampai dengan abad 21.
Disutradarai oleh David Fincher
Casting: Brad Pitt – Cate Blanchett – Taraji P Henson – Tilda Swinton dan Julia Ormond.
images are taken from the official site of this movie and wikipedia.
Sunday, March 1, 2009
Doa yang mengancam, “persembahan cinta Hanung?”

Persis di end title dari film ini tercatat .. special for my noura…hemmm… everyone yang pernah nonton atau baca buku Ayat-ayat Cinta mesti tahu kalau “noura’ salah satu karakter yang ada pada cerita itu yang kebetulan diperankan oleh Saskia Mecca.. hehehe…adakah hubungannya dengan sang filmaker ? Hehehe…gossiippp ya???
Meski mungkin sebuah persembahan cinta, namun film ini sama sekali tak berkisah tentang hal yang romantic, film ini berkisah mengenai seseorang miskin bernama Madrim (Aming), buruh angkut di pasar kumuh Jakarta, hidup dengan cara berhutang sana sini, salah satu keberuntungannya mungkin karena berhasil mengawini Leha (Titi Kamal) tentu saja dengan cara tidak menceritakan kehidupan yang ia miliki sebenar-benarnya.
Hidup yang sudah susah, tagihan utang yang menumpuk ditambah dengan kaburnya Leha dari rumah menyebabkan Madrim marah pada kehidupan, ketika ia dinasehati sahabatnya yang mualim mesjid (Ramzi) untuk tetap berdoa dan shalat diiringi dengan usaha kuat, Madrim mencoba mengikuti, namun ketidaksabarannya atas hasil atau jawaban Tuhan plus diinsiprasi oleh kejadian seorang pejahat kelas teri yang mengancam dan mendapatkan apa yang ia mau, maka Madrim melakukan hal serupa, Madrim mengancam Tuhannya, jika doanya tidak juga dikabulkan dalam jangka waktu 3 hari maka katanya ia akan murtad… setelah itu nasib Madrim berubah dan kejutan-kejutan kehidupan mulai menimpanya…
Filmnya cukup menarik, suatu pelajaran tentang ketidakpuasan manusia, karena ternyata setelah uang banyak dipunya, tetap bukan itu yang dicari manusia… Film tentang nikmatnya syukur dengan cara yang cukup ngepop dan setengah mustahil… sambil menyimak acting Aming yang emang pantes jadi orang susah hehehe…
Lumayan untuk ditonton di malam minggu bareng ama suami aja, soalnya nggak pantes untuk ditonton bareng anak-anak….
Another facts:
Dari cerpen Jujur Prananto
Sutradara Hanung Bramantyo
Casts: Aming - Titi Kamal - Ramzi - Dedi Sutomo - Nani Wijaya - Jojon - Zaskia A. Mecca - Cici Tegal - Cahya Kamila
Source:
http://www.doayangmengancam.com/
gambar-gambar milik/diambil dari Sinemart, detik foto dan 21Cineplex
Foto Captions:
(Madrim dengan ancamannya) - (pantes khan muka susahnya Aming ? hehehe...) - (bersama Leha, menjual mimpi)
Saturday, January 17, 2009
compliment buat Hanung
A...nonton yuk...
Friday, October 24, 2008
Change plan: watching Body of Lies
Monday, September 8, 2008
Deception, movie review
well, honestly, there's 2 reasons why I'm picking this movie, (i) Hugh Jackman (wolverine of the X-Men and its sequel) (ii) Ewan Mc Gregor (Obi Wan of Star Wars) and the bonus will be Michelle Williams (Dawson Creek).
When I google it, I could not find any better reviews to the movies... most of all are negative and worse, even it is listed as "reject" movie...so pathetic.I myself don't see the minus except for a lot and lot of "hot scenes" and the "Holywood and impossible" ending, maybe because I get hypnotized by the 2 ? hehehe...
well, I might be hynotyzed by how charming Hugh Jackman playing a personality of flamboyant professional which turned into a cruel-cold hearted yet cynical man... altought one review was read that both players are miscast....
the Movie somewhat reminds me of Scoop (played by Him & Scarlet Johanson) and then Derailed (played by Jenifer Aniston & Chris Owen), full synopsi can be browsed here.
however... despite of those bitterness... it's still an entertaning movie though...
Friday, August 8, 2008
medley, garis batas impian lelaki
Movie review: medley
Yosi ‘project pop’ selama ini selalu identik dengan peran kocak, mengingat kejailan dia di P-Project...tapi jangan berharap tercengar cengir liat dia di film ini, karena ini film serius lho...
Film pendek yang membuat kita berpikir-pikir dan membanding-bandingkan...apakah kita juga seperti Aditya (Yosie), lelaki berumur 30 tahun, dengan hidup yang dia pikir monoton, dan sibuk berangan-angan dengan kehidupan yang mungkin saja dijalaninya apabila dia tidak menikah dengan pasangannya saat ini yaitu Maya (Rachel Maryam). Bagaimana bila dia menikahi seorang artis tenama (Imelda Therinne) atau pengusaha sukses (Alexandra Gottardo).
After all, hidup kita saat ini adalah hidup yang paling menyenangkan Allah berikan untuk kita... bagus banget untuk perenungan di akhir minggu...
3 hari untuk selamanya
movie review: 3 days to forever
Waktu film ini beredar di bioskop, maju mundur pengen nonton salah satunya karena sinopsis dari film ini juga nggak dukung banget, setelah masa tayangnya abis, lama banget nunggu VCD-nya.jadi waktu akhirnya dipajang sama penjual DVD, langsung dech ta’ beli... (aseli lho.... untuk filem-filem Indo dan sebisa mungkin semua musik Indo, gw beli asli...alesannya? gile loe..harga VCD itu di-retail sekitar 30rb, sama dengan harga 2 ticket nomat, lha masak kalo ke bioskop sekali jadi gitu tega dibanding dengan beli yang bajakan Indonesia misalnya?, kalo yang beli filem yang bule-bule bolehlah...lho kok gitu hehehe...)
Anyway, masih terbayang ama sinopsis-nya jadi males untuk mulai nonton, tapi begitu mulai nonton ech kok jadi males untuk mengakhiri hehehe... film ini bercerita tentang perjalanan 2 saudara sepupu ke Yogya untuk menghadiri pernikahan sepupu/kakak mereka. Perjalanan yang seharusnya memakan waktu singkat jadi molor 3 hari, gara-gara sang adek calon mempelai wanita (diperankan dengan sangat baik oleh Adinia Wirasti) terlalu menikmati hidupnya dengan mengajak sepupupnya untuk mampir-mampir dulu.
Yusuf dalam hal ini ‘terpaksa’ mengikuti keinginan sang sepupu. Dalam perjalanan itu mereka saling bertukar pikiran, bertengkar, tertawa .... perjalanan itu jadi titik balik buat mereka untuk ke kehidupan mendatang.
Alur filem sungguh sederhana tapi amat kaya... Chemistry antara Nico dan Adinia sangat kental dan kentara.... pokoknya filem yang ringan tapi berat ... dan pilihan yang enak untuk ditonton di akhir minggu.
Thursday, March 13, 2008
Ayat ayat cinta, novel vs film
Akhirnya kuputuskan untuk mulai baca buku lagi... Tapi biasa dech kalo udah setengah buku....bawaannya langsung skim ke depan...dan assuming that my reading is completely done hehehe...biasa banget..Katanya buku ini bikin nangis...
Mengingat aku tukang mewek, jadi males dong bacanya...ya udah biar kata dipenjimin juga tetep...ogah... Udah keluar filmnya malah mikir mending nonton filmnya aja lebih praktis...gimana sich ????!!!??
Ya udah pendek kata akhirnya maksain juga baca sampai cerita dimana Fahri sang tokoh utama dipertemukan dengan calon isterinya...belum nangis guwe... Ya gitu abis itu berenti lagi bacanya nyekim dech ke depan. Kata misua adegan yg bikin nangis emang belum nyampe...
Dari 1/2 hasil baca...
Buku ini bagus banget emang untuk nambahin pengetahuan islam, jelas ternyata kalo si pengarang punya kedalaman ilmu selayaknya Fahri sang tokoh sentral. Banyak hikmah dari ayat suci Al quran dan wawasan untuk orang awam kayak aku dan bukan anak pesantrenan pula... Jadi nambah banyak, sampe2 pengen baca beberapa buku yang disebutkan di novel itu..sayangnya penyampaian atau gaya bercerita novelisnya (kang Abek alias Habiburahman El Shirazy) terlalu lambat...memang detail dan terperinci tapi jadinya lama banget...itu doang si kekurangannya...selebihnya jempol abissss !
Update kamis 13 april 08
meski baca belum tamat. bela2in beli ticket di setiabudi pas lunch untuk nonton jam 19.30.
Kebetulan belum ada antrian malah paling duluan beli... (ipar-ipar gw soalnya mau nonton film ini susah betul di kalibata...selalu full).
Untung sempat baca bukunya dikit, jadi tau dasarnya...so pantes beberapa temen yang nonton film ini tanpa baca bukunya menangkap kesan Fahri adalah lelaki lemah dan gak berpendirian.
Sebelum nonton, pas nonton posternya aja Gw sendiri berpendapat kalau Ferdi Nuril gak mewakili sosok Fahri yang 'anak mesjid', alim, PD, dan tegas...di film Fahri mendadak seperti penebar pesona dan banyak adegan dimana Fahri pergi berdua saja dengan Maria...padahal Fahri khan seorang yang agamis.
Tapi tetep lho ini a must-see film terobosan baru selain genre horor. And....I cry for beberapa acts di movie ini ihikkkk... Tapi emang sebelum nonton baeknya sich baca beberapa pages....bukunya supaya rada nyambung aja...
Beberapa plus minus film ini:
SETTING film sayangnya kurang mengconvince kalau ini terjadi di Mesir.penggambarannya kurang..kabarnya shooting memang dilakukan di India karena di Mesir makan biaya mahal belum lagi harus kerja sama dengan local production house.
FAHRI kurang kuat digali sifat dan pribadinya. Malah pemeran pembantu yang jadi Saiful, sangat mewakili sosok Fahri ketimbang Ferdi Nuril. Bayangan anak mesjid yang alim dan pintar bergaul nggak begitu terwakili.
MARIA dimainkan dengan pas, sosok anak manja, cerdas, cantik dan ceria dapet banget....
AISHA lumayan lah akting Rianti, meski gak terlalu istimewa... And I tell u, sosok perempuan seperti ini gue kagumin...tegar dan mau melakukan apapun untuk sang kekasih/suami tercinta bahkan meminta suaminya untuk menikah agar suaminya bebas dari penjara...meski akhirnya pertahanannya rontok juga ketika menyaksikan suaminya menjalani akad nikah. Adegan ini sangat menyayat... And I cry apalagi pas ibunya Maria, madame Nahed memeluknya sebagai ungkapan terima kasih.
NURUL kurang begitu kuat diperani Melanie, sosok aktivis dan anak kiai terkenal dan seorang Jawa...gak dapet.
NOURA juga diperani setengah setengah sama Zaskia..kehadirannya kayak dipaksakan...padahal dari semuanya dia yang pake jilbab.
Tapi tetep recommended utk baca dan sekaligus nonton ayat ayat cinta...banyak teguran dan ilmu yang didapet ....daripada cuman nonton film horor.
Tuesday, November 27, 2007
Name Sake by Mira Nair ... complete…comprehensive…

Fact Sheet
Directed by Mira Nair
official selection in Toronto and Telurride Film Festival
the movie is created based on pulitzer price winning novel of Jhumpa Lahiri
Synopsis
A story of India’s urban family who struggling to live in America,
Ashok - the husband is an educated professor,
Ashima - (means limitles) the wife is a traditional Indian woman but having a great desire to explore outside of her hometown,
Gogol aka Nikhil the son and Sonia the daughter who are trying hard living in American values and neighboorhood.
the Ganggully family named their son with 'temporary name' Gogol, his father/grandfather' favorite & famous Rusian author. during pre-school to junior high, the son prefer to be called as Gogol than his 'true name' Nikhil. but when he decides to go to Architect school, he chooses to be called as Nikhil or Nick due to some accident in Senior high. from then he even tries to release any bonding from India values and families as he engaged to a trully American girl. When his father dies, he suddenly wake up to reality as he's trying to obey and get back to his family values even get married to Indian woman, who ironically has turned out from her Indian tradition.
My Views
The DVD has already stored in my bag for over 3 weeks. It’s not that I don’t have intention to watch.. I just postponed it and have a feeling that I wouldn’t like this movie enough.
Well, last night… I didn’t see there’s not much reason to not watching the movie…So.. I watched it… and kind of regretted that I didn’t watched it earlier…
It’s soooo fun to see this… complete…comprehensive….And I can see now how Indians are called as ‘east’ for having east values in relationship…ie. just learn how surprise Ashima when the her son' American fiancee (Trudy) called her name and her husband, as well as when Trudy kissed her husband (of course as the sign of respectful). even Gogol has warned Trudy for not holding or kiss him in front of their parents.
Actually I’ve seen other Mira’s film (Moonsoon) …. But for me this movie is much more interesting than Moonsoon. BTW, dont look for familiar, beauty, handsome, even dancing in this movie...you wont find them...yeah....for beauty and handsome you'll find it rarely.... this movie reflects and pictures the urban familiy in urban city.
love to see this kind of movie and will wait another Mira Nair's movie, she's so keen in picturing India in her movie without ever have to focus on dancing and singing only....wonder...if Mira name is identicall with the succesful film-maker ? since Indonesia itself has Mira Lesmana.... well.... GIRL POWER !
It's a must see-movie... if you love to see how values are still valuable for some people in some part of the world.
Wednesday, October 17, 2007
Para Pencari Tuhan
Tuesday, October 2, 2007
Freedom Writers, achievement for perseverance teachers
just to see Patrick Dempsey acts.
altough I dissapointed for his small part
and had to watch Hillary Swank for whole movie...
but apparently this movie is worth to see...
a true amazing story of Erin Gruwell,
a fresh graduate who eagerly teaching an "integrated class"
and change the aphatism into unity and belonging...
an inspirational story which blows my spirit away
(happens to be low),
almost similar to Dangerous Minds movie...
and Robin William movie (forget the title...)...
I honestly cried watching this...
so if you need something to boost up your energy
(i.e. when your boss lays you down :-p)
this is a must see movie...
check out this link to find out more
http://www.freedomwritersfoundation.org
Erin Gruwell her self ....

and Hillary Swank plays for her ...
Kamulah satu-satunya, bukan satu-satunya film Nirina

Jalan Cerita:
Indah (Nirina Zubir) seorang gadis desa biasa, bekerja di sebuah kedai milik kakeknya (Didi Petet) dan penggemar berat grup band Dewa 19. Karena cintanya pada grup band tersebut, Indah rela melakukan apa saja, termasuk meninggalkan orang-orang terdekatnya! Kabur ke Jakarta, terjebak dalam berbagai situasi Ia juga tidak menyadari, betapa sahabat terdekatnya, Bowo (Junior) diam-diam mencintainya, rela melakukan apa saja demi membuktikan cintanya pada Indah. Namun, justru di saat Indah hampir meraih apa yang diimpikannya, tiba-tiba ia menemukan kenyataan bahwa apa yang dilakukannya selama ini, telah melukai hati orang-orang terdekat yang menyayanginya dengan sepenuh hati. Apakah Indah berhasil menemui anggota grup band Dewa 19?
my review:
menghibur...
buat penggemar lagu-lagu Dewa, film ini lumayan menghibur karena sepanjang film, dihiasi music Dewa (dan Dewi-dewi...lho?), film ringan buat yang pengen nonton nggak pake mikir...
cuman aneh...
memang anak SMAN 1 Bayah yang nota bene tinggal di kampung Nelayan, rambutnya udah kenal cat ya? atau emang mau ceritain saking demen-nya ama Ahmad Dani bela-belain di-cut mirip dan diwarnai pula? oya...akting Nirina dan profilnya juga ketuaan untuk dipasang sebagai Indah anak esema...aktingnya nggak gitu maksimal padahal Nirina pernah berakting lebih bagus dari ini, lihat aja Belahan Jiwa dan Heart...jauh lebih bagus disitu... yang menonjol justeru akting Junior yang amat polos (kalo nggak mau disebut bl**n). Indah jadi terlihat ketuaan buat Bowo...
so....
jangan terlalu serius nonton film ini...have fun biar nggak ngegerutu pas di akhir cerita.
foto & jalan cerita courtessy dari 21 cineplex.
Wednesday, June 6, 2007
DTK, Kapan sinetron Indonesia lain mengikuti?

Movie Review
Kesan film atau film TV berseri yang mahal tertata baik dan rapi, sekaligus enak untuk ditonton, ini dia ! nonton series yang satu ini bikin kecanduan dan bertanya-tanya apa dan bagaimana kelanjutannya. Bagi yang udah pernah nonton series Cinta garapan Maruli Ara, maka nggak bakal kecewa untuk yang ini... 100% guaranteed!
Two thumbs up banget pokoknya, garapan seserius CSI, Greys Anatomy tapi seringan friends.... kapan ya movie series kita yang laen seperti itu? Guwe berharap banget ada kelanjutannya.
ALUR CERITA
Sentral cerita ada di Raya Maryadi (Dian Satro) yang jadi reporter baru majalah Target anak mantan wartawan senior, Bayu (Tora Sudiro) Kepala Biro Jakarta majalah Target dan Brahmantyo (Fauzi Baadila) Kepala Divisi berita kriminal harian Kini. Raya yang terjebak antara 2 kisah, dengan Bayu yang memendam perasaannya dan dengan Brahm yang playboy.
KEUNGGULAN
MUST SEE?

Mengejar Mas-Mas, termanipulasi kebesaran Rudy Sudjarwo
Movie Review
Thanks to Dina, Dwi Kuncoro dan Poppy Sovia … karena mereka mampu membuat film MMM (sebut saja begitu) jadi agak lebih hidup. Tapi buat yang belum nonton, mending tunggu film ini masuk VCD dulu karena filmnya nggak sebanding ama effort kita untuk ngantri apalagi promosinya.
Biasanya untuk nonton film Indo, gw & misua cukup beli DVD-nya, tapi karena tempo hari kita cukup puas dengan Naga Bonar jadi 2, ya udah tancap gas lha untuk yang ini ech nggak taunya segitu doang...
Ceritanya setelah cukup terganggu dengan poster besar film MMM, akhirnya kita putuskan untuk nomat MMM di Kalibata Mall dengan entry ticket 10rb, hehehe lumayan biar kata campur nyamuk....
ALUR CERITA
Sebenarnya untuk ide cerita sich nilainya di atas lumayan. Banyak nilai-nilai yang bisa diambil, tapi gaya penceritaannya itu yang terlalu sederhana dengan properti yang dipaksakan, banyak adegan yang terkesan low budget untuk return profit yang diharapkan lebih tinggi .... contohnya saja adegan kematian dari sang Bapak ”cukup” digambarkan dengan bendera kuning, adegan Shanaz berbaju hitam menangis, terus didatangi oleh sahabat, Pacar, ibu, dan ’teman dekat’ ibunya yang semuanya berbaju hitam.
Ada hal yang aneh lain, ketika Shanaz mau pulang ke Jakarta, kok dilepas di Sawah? Kenapa nggak dilepas di stasiun? Nggak ngerti.
Yang ngeganjel banget adegan terakhir ketika sang ibu meluk anaknya yang pulang, suasana sendu itu terusak dengan ”pakaian seksi” ibu yang mau nggak mau terpampang dengan jelas di kamera.
KEHILANGAN NYAWA
Rudy sepertinya kehilangan nyawa dalam membesut film ini, padahal film dia yang laen yang juga miskin property ”mengejar matahari” bisa sebegitu bagusnya, kenapa yang ini nggak ya? Bahkan masih bagus AADC jauhh... apa pengaruh produser-nya yang cukup nge-pop dan lebih keseringan ngerjain sinetron daripada yang film ya ..... itu lah sebabnya dari kemaren rada-rada mikir juga waktu mau beli film ”mendadak dangdut” (BTW, judulnya kok dimulai dari M semua ya).
GOOD THINGS
Bagi yang kangen Jogja, bisa-lah jadi obat rindu, meskipun juga nggak menampilkan Jogja secara utuh. Untung permainan dari para aktornya cukup menghibur. Dwi Kuncoro mampu menampilkan ke-mas-mas-annya terlebih ketika dia berdandan rapi untuk first date-nya... aduuuhhhh Kamse Upay, pokoknya ! biar kata misua guwe Dwi K terlalu ganteng untuk jadi mas-mas malah katanya lebih pas Agus Kuncoro.
Dina Olivia aktingnya enak dilihat, meski dia terlalu manis untuk jadi pecun (*sorry*). Dengan muka semanis itu sebenarnya dia mampu jadi SPG.... atau jadi model ;p tapi dia bagus kok,
MUST SEE?
Mendingan bersabar aja nunggu VCD-nya dech.
SYNOPSIS (dari website-nya Cineplex 21)
Shanaz - 17 tahun, (Poppy Sovia) menjadi remaja pemberontak sejak ayahnya meninggal. Ketidakharmonisan dengan sang Ibu memuncak saat Ibunya akan menikah lagi. Ia memutuskan menyusul kekasihnya, Mika, ke
Ningsih (Dina Olivia), seorang PSK bersimpati pada Shanaz dan tinggal bersamanya. Lama kelamaan Ningsih menjadi figur kakak dan ibu yang diimpikan. Shanaz. Shanaz juga berkenalan dengan Parno (Dwi Sasono), seorang pengamen campur sari dan mantan kekasih Ningsih
Ketulusan Parno ternyata meluluhkan hati Shanaz. Diam-diam ia menaruh hati pada Parno yang lebih tua 20 tahun darinya. Ternyata Ningsih masih menyimpan perasaan untuk Parno, begitupun sebaliknya. Saat Mika menjemput Shanaz untuk kembali ke
Keputusan apakah yang akan diambil oleh Shanaz?







